27 Dec 2009 @ 2:19 

Hanya ingin sekedar share dengan semua pembaca yang mampir disini tentang sebuah profesionalisme pekerjaan.

Bekerja adalah tuntutan setiap orang dewasa (harusnya) yang ingin tetap bertahan hidup didunia ini dengan segala kebutuhannya.

Sepertinya profesionalisme dalam bekerja bukan berarti bidang pekerjaan kita harus sama dengan pendidikan yang pernah dijalani tapi sejauh mana dedikasi kita pada pekerjaan *deal or not iku urusanmu*. Ya itu jelas banget terkondisikan di Indonesia sekarang ini dimana seorang yang ahli semisal bidang IT tetapi tidak mempunyai latar belakang pendidikan di bidangnya atau sarjana maupun diploma melamar di sebuah perusahaan itu lebih sering di tolak dan mementingkan yang sudah sarjana walaupun kemampuannya ya segitu gitu aja. Terdengar pengalaman pribadi bukan… ya memang ini adalah pengalam pribadi ketika saya mencoba melamar pekerjaan di sebuah perusahaan BUMN tepatnya sekitar 1 ato 2 tahun lalu kejadiannya seperti itu dan mungkin salah saya juga bersifat coba coba. “Sehebat apapun kamu di IT klo ga ada ijasah minimal d3 tidak bisa masuk sini”.

Cukup curhatnya kemudian saya mencoba berbagi pikiran tentang artian sebuah profesionalisme dalam bekerja.

Ketika perusahaan mencari pekerja semisal dia mencari seorang tukang sapu maka kerja dia cuma menyapu saja dan ketika disuruh membersihkan meja dia tidak mau karena perusahaan mempekerjakan dia sebagai tukang sapu dan membersihkan meja itu bukan jobdesknya. Apa seperti contoh ini sebuah profesionalisme itu ? mungkin benar tapi secara tidak langsung dia sendiri membatasi skill/kemampuannya untuk bisa membersihkan meja selain menyapu dan juga apa perusahaan itu bisa tetap bisa menggajinya jika ada klien datang melihat kondisi mejanya tidak bersih kemudian klien tersebut membatalkan kontraknya, dapet dari mana perusahaan itu uang untuk menggaji tukang sapu tersebut. Yang jelas tentang tukang sapu ini adalah dia senang bekerja sebagai robot dengan melakukan pekerjaan itu saja tanpa berpikir ke depan. Ya contoh tentang tukang sapu untuk membersihkan meja adalah masi dalam hal yang wajar klo udah hal2 yang ga wajar lain lagi seperti tukang sapu harus melayani hasrat bossnya… repot kan.

Pernah juga ada yang berkata kepada saya untuk meningkatkan kemampuan itu bisa dengan hal dengan membeli alat untuk mempermudah dia dalam mengerjakan sesuatu atau dengan sekolah lagi. Dalam artian dengan membeli alat kita sudah bisa meningkatkan kemampuan kita dengan bantuan alat tersebut atau dengan bersekolah yang bisa meningkatkan kita tentang bagaimana melakukannya dengan baik dan benar.

aaaaaaaaaaaaa…
Benar benar postingan ini seperti di uber setoran. Terlalu banyak yang ingin di ungkapkan jadinya ga bisa fokus dan tersusun tidak benar tulisan ini.

Popularity: 7% [?]

Posted By: NoY
Last Edit: 27 Dec 2009 @ 02:24

EmailPermalink
Tags
Categories: Otak, Tubuh


 

Responses to this post » (4 Total)

 
  1. indrayana says:

    ya, emg harus begitu to…

  2. husnah says:

    kasian… makanya jgn suka meremehkan, mending juga klo emg pinter…

  3. yudha says:

    i dont care about everything but important i am handsome,,,,,,,,,,,,that`s it papaH,,,,,,artine gk ngurus opo ae nanging seng penting akUW ganteng,,,,,ngunu ae CAK,,,,,

  4. nskwhvyp says:

    nskwhvyp…

    nskwhvyp…

Post a Comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the word.
Click to hear an audio file of the anti-spam word


 Last 50 Posts
Change Theme...
  • Users » 1
  • Posts/Pages » 159
  • Comments » 407
Change Theme...
  • VoidVoid
  • LifeLife « Default
  • EarthEarth
  • WindWind
  • WaterWater
  • FireFire
  • LightLight

About



    No Child Pages.

Contact



    No Child Pages.

Photo



    No Child Pages.

Chat



    No Child Pages.

Link



    No Child Pages.