18 Dec 2009 @ 0:47 

Barusan dapet cerita menarik tentang sebuah kehidupan…
Mungkin cerita ini sudah basi atopun ada yang baru tau…

Ada seorang satpam yang kita asumsikan saja dia bernama Indriya yang bekerja kepada boss besar yang kita beri nama saja dia Yudha. Indriya adalah seorang satpam yang bertugas untuk menjaga rumah pada malam hari saja dan paginya serta sore ada satpam yang lain.
Boss Yudha ini sering bepergian ke luar negri setiap akhir pekan dan pada suatu hari Indriya pun mencoba memberanikan diri untuk mengatakan perihal sesuatu yang dia alami semalam.

Indriya : Pak saya mau ngomong pak…
Yudha : ya knapa ? (sambil membuka kaca mobilnya)
Indriya : Begini pak, semalem saya bermimpi kalo pesawat yang bapak naiki itu kecelakaan dan saya sangat berharap agar bapak tidak naik pesawat itu (ujar indriya sambil membungkukkan posisi tubuhnya)
Yudha : oo gitu ya… trima kasih ya.. ( menutup jendela kaca mobilnya dan berlalu dari hadapan indriya kemudian segera menuju bandara)

Indriya juga menceritakan tentang mimpinya itu kepada rekan sekerjanya dan juga keluarga Yudha.

Dan kebetulan sekali entah mengapa Yudha pun tidak bisa ikut penerbangan pertama dan kemudian dia baru bisa ikut ke penerbangan berikutnya. Pesawat dengan penerbangan pertama ternyata mengalami kecelakaan yang penumpangnya semua meninggal dunia, keluarga Yudha pun panik mendengar berita di koran koran dan juga televisi tentang kecelakaan pesawat tersebut. Keluarga pun mencoba menghubungi ponsel dari Yudha dan syukur diangkat oleh Yudha yang kemudian dia berkata bahwa baik baik saja karena ikut penerbangan kedua tapi dia sekarang sedang meeting dengan teman bisnisnya.

Keluarga dan seisi rumahpun membenarkan cerita tentang mimpi Indriya dan memberikan hadiah kepadanya sebagai ucapan terimakasih telah mengingatkan Yudha untuk tidak ikut penerbangan pertama.

Sepulang Yudha dari luar negri keluargapun mengadakan syukuran besar besaran karena dia baik baik saja tanpa cuil sedikipun. Seusai acara syukuran Yudha pun menemui Indria dan bertanya

Yudha : Sudah berapa tahun kamu bekerja disini ?
Indriya : 2 tahun pak (Jawab indriya sambil membungkukkan badannya sebagai tanda hormat kepada atasan)
Yudha : (mengambil dompet dan mengeluarkan isinya) Ini pesangon pak Indriya selama 2 tahun bekerja disini. Mulai besok bapak berhenti bekerja disini.

Tuiingg… yaa membingungkan memang.. knapa orang yang barusan diselamatkan oleh satpam eh malah di pecat. Keluarga pun bingung dengan ulah Yudha tapi mereka tidak berani bertanya kenapa Indriya kok dipecat, apa lagi dia barusan menyelamatkan nyawa Yudha lewat mimpinya.

Perwakilan keluarga Yudha serta Indriya pun mencari jawaban dari maksud atas pemecatan Indriya. Mereka mencari guru yang benar benar pintar, cara mencari guru pintar adalah dengan cara memberikan persoalan kepada sang guru. Soal yang mereka berikan adalah dengan jangkrik yang di genggam oleh Indriya dan menyuruh sang guru ini untuk menebak jangkrik yang hidup di kedua tangan Indriya itu.

Setelah beberapa kali mencari guru akhirnya mereka menemui seorang guru yang katanya bijak. Mereka mengajukan pertanyaan kenapa Indriya di pecat dari pekerjaannya padahal dia telah menyelamatkan majikannya dalam kejadian kecelakaan kapal tersebut. Kemudian mereka juga memberikan persoalan tentang jangkrik yang di genggam oleh Indriya dan menyuruh guru tersebut untuk menebaknya.

Guru itu pun tersenyum dan mengelus elus jenggotnya yang panjang (pengennya si ngelus2 kepalanya yang botak tapi gpp lah di bikin jenggot aja ya… ga ada yang protes kan) lalu berkata

Guru : Sebenarnya Pak Indriya sendiri yang mengetahui jawaban tentang ke dua pertanyaan yang diberikan kepada saya.
Indriya + Perwakilan keluarga Yudha pun bingung dari jawaban sang Guru..
Guru : baik akan saya jawab…

mau tau jawabannya (ujar sang NoY bukan sang Guru loh hahaKz…)
Okelah kalo begitu kita jawab bersama sama pertanyaan tadi…

1. Kenapa Indriya kok di pecat.
Indriya mengatakan bahwa semalam dia bermimpi. Ennaahh waktunya dines eh malah tidur Indriya nih gimana toh… dan lagi yang namanya takdir itu jika memang Yudha belum waktunya di panggil ya banyak cara yang membuat dia tidak ikut penerbangan tersebut, mungkin aja ban mobilnya bocor, macet, bensin abis ataupun Yudha mampir ke rumah istri mudanya dan menghabiskan banyak kondom disana (mungkin aja kan… namanya juga takdir kalo blum waktunya ya ga di panggil.. “INGAT KALO SUDAH WAKTUNYA BAJU BESI PALING KERASPUN BAKAL TEMBUS LOH”) kalo ada yang mo bilang waktunya apa ya saya jawab aja waktunya makan GOBLOGH…

2. Jangkrik yang di genggam.
Nahhh namanya dalam genggaman ya bisa aja si penggenggam ini mengatur nyawanya jangkrik yang dia genggam karena kedua jangkrik yang Indria genggam itu sama hidupnya. Biar sang Guru slalu salah dalam memilih bisa aja dia mematikan di tangan yang Guru itu pilih.

Ya demikianlah cerita dari saya… ngatuk euy barusan perjalanan jauh… semoga dapat membantu… klo anda anda sekalian udah pernah tau cerita ini ya maab aja kalo repost (persi kaskus pake repost)… Selamat tahun baru islam semua… ngantuk euy…

Popularity: 6% [?]

Posted By: NoY
Last Edit: 27 Dec 2009 @ 01:06

EmailPermalink
Tags
Categories: Mata, Otak, Tubuh


 

Responses to this post » (One Total)

 
  1. yUDHA says:

    amien amien amien yah robbalallamien,,,,,,besok coment selengkapnya,,,

Post a Comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the word.
Click to hear an audio file of the anti-spam word


 Last 50 Posts
Change Theme...
  • Users » 1
  • Posts/Pages » 159
  • Comments » 407
Change Theme...
  • VoidVoid
  • LifeLife « Default
  • EarthEarth
  • WindWind
  • WaterWater
  • FireFire
  • LightLight

About



    No Child Pages.

Contact



    No Child Pages.

Photo



    No Child Pages.

Chat



    No Child Pages.

Link



    No Child Pages.