29 Oct 2009 @ 16:02 

Sebuah kata ajaib yang terlontar dari seorang wanita cantik membuat diri ini serasa menjadi seorang pangeran dari negri beras yang maha hebat.

“Kau menyempurnakan hidupku…”

huaMs..
Serasa sanjungan yang kuberikan tiap hari untuknya itu ga ada artinya ketika kata2 itu terlontar. Diri ini senang sekali menyanjungnya dengan banyak kata2 indah yang entah dapat dari mana ketika kata2 itu keluar, namun kata2 indah yang terlontar dari saya sendiri serasa kalah jauh banget deh saat dia berkata seperti itu.

Benar benar membawaku melayang dengan sebuah kata-kata…
pengen ngeblog lama tapi gmana lagi lawong saya lagi mencari sesuap nasi dengan bekerja keras membanting otak saya yang tidak encer2 nih hiKz…
need back`up broder kutiL…

Popularity: 4% [?]

 21 Oct 2009 @ 22:28 

Hei kawan.. Aku juga memiliki harga diri..
Trimakasih telah menghinaku dengan dahsyad..

Hei kawan.. Aku juga bisa marah walau kadang terlalu banyak tertawa..
Trimakasih telah menghakimiku dengan pikiranmu..

Hei kawan.. Aku berkarya disini..

Hei kawan.. Terlalu banyak kata haram untuk dilontarkan kepada NoY..

Ya…
benar benar terlalu banyak semua benak dan pikiran ini yang menggelembung dalam sebuah raga.
Raga nyata yang terperangah pada kenyataan sebuah ilusi nyata yang bernama dunia.

Ya…
Dunia itu membuatku terperangah dan menganga..

Sampah…
Bukan.. Aku bukan sampah kawan..

Popularity: 3% [?]

 20 Oct 2009 @ 12:12 

Ya…
Sering kali mendengar kata kata yang terlontar dari mulut teman saya yang berkata “nikmatilah hidup senikmat nikmatnya” tapi bukan berarti kita harus bersenang senang terus. Segala bentuk kesusahan juga jika kita nikmati bakal menjadi hal yang nikmat senikmat nikmatnya.

Bersyukur sering kali hal yang kita lupakan. Wujud bersyukur pun banyak macamnya, entah anda ini atheis or ber agama INDIE *bikin agama dewe* yang jelasnya ada sebuah perwujud`an dari rasa syukur yang harus kita lakukan dengan iklash (iklash dalam artian RELA).

Didunia ini ada sebuah larutan yang amat dasyat yang membuat kita lupa akan”sejati” nya kita ini seperti apa. Sebuah tata krama serta adat dan kebiasaan yang kita lihat sehari hari membuat kita lupa akan baik dan buruk serta benar dan salah yang menjadikannya menjadi abu abu tak terlihat yang mana yang hitam dan putih. Ya kita terlarut oleh “hal” itu kawan dan sepertinya kita menyukainya dan bangga akan hal hal itu.

Pernah suatu ketika saya naik angkot dan melihat penumpang yang total abis dia terkena larutan dunia yang menarik ini yaitu ketika dia memakai celana mlorot sampe dalemannya kliatan trus pake anting dan rambuk bergaya mohawk yang entah apa dia mengerti maksut cara berdandan seperti itu tapi yang hebohnya saat dia ngomong kok yo mbencongi abis. Shock dan tertawa dalam hati saat melihat sosok yang terlihat garang tapi gmana gitu…

Tanpa sadarpun kita sudah terkena candu  dari larutan dunia yang amat sangat lebih berbahaya dari candu kepada rokok. Ya sebuah candu yang menuntut untuk kita bisa tetap eksis dan di akui oleh lingkungan sekitar baik dengan cara berpakaian ataupun dengan cara perilaku.

Maaf jika ketikan saya terlihat sedikit munafik tapi terus terang ini hanya sebuah pemikiran dari saya yang saya juga terlarut dalam hal itu dan mencoba untuk menjadi saya sendiri dan berkata kepada dunia bahwa saya bisa walau tanpa mengikuti pola yang telah ada. Ya membuat pola sendiri walau dengan sedikit terseok seok dan lebih sering merangkak untuk bergerak maju tapi saya terus terang bangga dengan jalan saya.

Popularity: 2% [?]

 13 Oct 2009 @ 16:52 

Akhirnya bisa juga mengembalikan domain kesayangan ini… nice abis deh pokoke… untuk imel bisa di pake kembali..

Popularity: 2% [?]


 Last 50 Posts
Change Theme...
  • Users » 1
  • Posts/Pages » 163
  • Comments » 427
Change Theme...
  • VoidVoid
  • LifeLife « Default
  • EarthEarth
  • WindWind
  • WaterWater
  • FireFire
  • LightLight

About



    No Child Pages.

Contact



    No Child Pages.

Photo



    No Child Pages.

Chat



    No Child Pages.

Link



    No Child Pages.